Paragraf Silogisme dan Penjelasannya

Pengertian Paragraf Silogisme dan penjelasanya

Paragraf Silogisme dan Penjelasannya – Kegiatan manusia yang ada sejak manusia lahir hingga manusia meninggal dunia adalah berfikir. Berfikir adalah kegiatan yang dilakukan dengan akal sebagai medianya. Karena kemampuan berpikirlah manusia menjadi mempunyai kelebihan dari makhluk lainya.

Pengertian Paragraf Silogisme

Silogisme adalah bagian yang paling akhir dalam pembahasan logika formal dan dianggap seagai paling penting dalam ilmu logika. Dilihat dari bentuknya silogisme adalah contohyang paling tegas dalam cara berpikir deduktif yakni mengambil keputusan khusus dari keputusan umum. Perbedaanya adalah dalam teori silogisme, kesimpulan terdahulu hanya terdiri dari dua keputusan saa sedangkan satu keputusanya harus bersifat universal dan dalam dua keputusan tersebut harus ada unsur-unsur yang sama dan dipunyai oleh kedua keputusan.

Silogisme disini adalah suatu pengambilan kesimpulan yang tediri dari dua macam keputusan (mengandung unsur sama dan salah satunya harus universal) dan keputusan yang ketiga kebenaranya sama dengan dua keputusan yang mendahuluinya.

Contoh : 

  • Semua makhluk mempunyai indra penglihat, (Premis Mayor)
  • Si Kucing adalah makhluk ( Premis Minor)
  • Jadi, si kucing mempunyai mata (Kesimpulan)

Pada contoh diatas kita dapat melihat adanya persamaan dari keputusan pertama dan keputusan kedua yaitu sama-sama makhluk dan salah satunya bersifat universal (Keputusan Pertama) oleh karena itu nilai kebenaran dari keputusan ketiga sama dengan nilai kebenaran dari 2 keputusan sebelumnya.

Dengan demikian silogisme dapat disebut sebagai bentuk penarikan kesimpulan secara deduktif dan secara tidak langsung karena kesimpulan ditarik dari dua premis sekaligus. Dua premis yang dimaksud adalah premis mayor dan premis minor. Pengertian yang menjadi S (subyek) disebut dengan term minor. Pengertian yang menjadi predikat disebut dengan term mayor. Pengertian yang tidak ada pada kesimpulan, tapi terdapat pada kedua premis tersebut disebut dengan term antara atau pembanding (M).

Baca Juga : Penulisan Gelar Sesuai Dengan Bentuk EYD yang Benar

Macam-Macam Premis Paragraf Silogisme

Macam-Macam Premis Paragraf Silogisme

Silogisme terdapat 4 Jenis antara lain :

1. Paragraf Silogisme Kategorik

Paragraf Silogisme kategorik adalah silogisme yang proposisinya merupakan proposisi kategorik. Proposisi yang menjadi pangkalan umum dan pangkalan khusus disebut dengan premis, sedangkan proposisi yang dihasilkan dari sintetis kedua premisnya disebut dengan term atau penenganh (middle term / terminus medius). Premis term menjadi predikat pada konklusi disebut premis mayor.

2. Silogisme Hipotesis

Paragraf hipotesis adalah suatu silogis yang premisnya berupa pernyataan bersyarat, predikat diakui atau dimungkiri tentang subyek tidak secara pasti, akan tetapi bergantung pada suatu syarat. Silogisme hipotesis adalah argumen yang mayornya berupa proposisi hipotetik sedangkan premis minornya adalah proposisi kategorik yang ditetapkan atau mengingkari term antecindent atau term konsecwen mayornya. Sebenarnya hipotetik tidak memiliki premis mayor maupun minor, karena itu ketahuilah premis mayor yang mengandung term predikat, sedangkan premis minor mengandung subyek pada konklusinya.

3. Silogisme Disjungtif

Paragraf Disjungtif ialah silogisme yang premis mayornya terdiri dari keputusan disjungtif. Premis minor menyatakan atau mengelak salah satu kemungkinan yang disebut dalam mayor. Kesimpulan mengandung kemungkinan lainya.

Keputusan disjungtif ialah keputusan yang didalamnya terdapat kandungan suatu pilihan antara dua atau lebih kemungkinan dan menunjukan apa yang disebut suatu alternatif, serta dinyatakan dengan kalimat dengan.

4. Dilema

Menurut mundari dalam bukunya yang berjudul logika mengartikan bahwa dilema adalah argumentasi, bentuknya merupakan campuran antara silogisme hipotetik dan silogisme disyungtif, hal ini terjadi karena premis mayornya terdiri dari dua proposisi hipotetik dan premis minornya adalah satu pposisi disjungtif.

Konklukusinya adalah proposisi disyungtif, tetapi proposisinya bisa kategorika. Dalam suatu dilema, terkandung konsekuensi yang mungkin keduanya akan sama berat. Adapun konklusi yang diambil selalu tidak menyenangkan. Dalam suatu debat, dilema dipergunakan sebagai alat pemojok, sehingga alternatif apapun yang dipilih oleh lawan bicara selalu dalam situasi yang tidak menguntungkan

hal diatas adalah pengertian dari silogisme dan penjelasanya, bila ada kurang dan salah silahkan komentar agar ada perbaikan untuk kita semua.

You May Also Like

About the Author: mediaplus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *